Menurut Kantor Berita ABNA, "Dalam negosiasi nuklir, kami menerima setiap ketetapan yang adil dan rasional, tetapi, bangsa Iran dari semua lapisan masyarakat akan melawan tuntutan yang berlebihan," kata Rahbar dalam pertemuan dengan anggota Dewan Tinggi Basij pada hari Kamis (27/11/2014), seperti dilansirPres TV.
Ayatullah Khamenei mencatat, "Bangsa Iran dan Barat perlu tahu bahwa jika pembicaraan gagal, pihak yang akan menelan kerugian besar adalah pemerintah Amerika Serikat, bukan kami."
Pada akhir pembicaraan di Wina, Iran dan Kelompok 5+1 sepakat untuk memperpanjang Rencana Aksi Bersama sampai 1 Juli 2015.
"Dengan alasan yang sama bahwa kami pada prinsipnya tidak menentang perundingan, jadi kami juga tidak menentang perpanjangan negosiasi," tegas Rahbar, menambahkan bahwa tim perunding nuklir Iran akan menolak segala bentuk intimidasi.
Pada kesempatan itu, Ayatullah Khamenei menegaskan Republik Islam tidak perlu untuk memperoleh kepercayaan dari pemerintah AS berkaitan dengan sifat damai program nuklirnya.
"Kami sama sekali tidak butuh pada kepercayaan AS dan kami juga tidak sedang berusaha untuk memperoleh kepercayaan mereka, karena itu tidak memiliki makna bagi kami," tandas Rahbar.
Menurut beliau, kekuatan hegemoni mencoba untuk menghalangi kemajuan dan kemakmuran bangsa Iran dengan dalih isu nuklir.
Ayatullah Khamenei mengatakan, pemerintah AS memerlukan "sebuah kesuksesan dan kemenangan besar" dalam kasus nuklir Iran guna meningkatkan popularitasnya yang anjlok. (IRIB)